Jakarta, 6/4 (Antara) - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyatakan Siyono, terduga teroris asal Klaten, adalah terduga teroris ke-121 yang tewas setelah ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sejak satuan elit kepolisian itu dibentuk.
Fakta itulah yang kemudian melandasi berbagai kelompok masyarakat sipil untuk memberikan advokasi kepada keluarga Siyono. Siyono tewas meninggalkan seorang istri, Suratmi, bersama lima anak.
Tampilkan postingan dengan label LBH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label LBH. Tampilkan semua postingan
Selasa, 12 April 2016
Senin, 11 April 2016
MENCARI KEADILAN UNTUK SURATMI Oleh Dewanto Samodro
Jakarta, 3/4 (Antara) - Perhatian publik sedang mengarah pada kasus kematian Siyono, terduga teroris dari Klaten, Jawa Tengah yang pulang tidak bernyawa setelah ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Publik juga dikejutkan dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendampingi Suratmi, istri Siyono, untuk mencari keadilan atas kematian suaminya.
Publik juga dikejutkan dengan keputusan Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mendampingi Suratmi, istri Siyono, untuk mencari keadilan atas kematian suaminya.
Label:
Densus 88,
hukum,
keadilan,
Komnas HAM,
Kontrras,
LBH,
Muhammadiyah,
penegakan hukum,
Polri,
Siyono,
Suratmi,
terorisme
Langganan:
Postingan (Atom)