Kamis, 29 Mei 2014

X-MEN, MENGUBAH SEJARAH (YANG SUDAH BERUBAH)

Setelah menunggu dan merencanakan sekian lama, akhirnya baru semalam saya menonton X-Men: Days of Future Past. Sejak membaca berita-berita tentang sekuel X-Men itu sekitar setahun sebelumnya, saya sudah antusias dan memasukkan film ini dalam daftar "wajib tonton" saya. Namun, bukan menjawab penasaran saya, menonton film itu justru menambah daftar pertanyaan di kepala saya tentang epik sinema X-Men.

X-Men: Days of Future Past menceritakan para mutan yang diburu dan dibantai Sentinel, robot mutant-hunter yang diciptakan Bolivar Trask. Robot itu bahkan tak hanya memburu mutan, tetapi juga manusia biasa yang memiliki gen mutan dan berpotensi memiliki anak atau cucu mutan. Konon, program Sentinel sempat ditentang oleh pemerintah dan Kongres AS. Namun kematian Trask justru meyakinkan pemerintah AS untuk meneruskan program itu.

Dan ternyata, yang bertanggung jawab dan menjadi penyebab takdir para mutan diburu Sentinel adalah mutan seksi bernama Raven aka Mystique. Mystique, yang setelah Erik aka Magneto dipenjara karena diduga membunuh Presiden JFK (?) yang ternyata juga seorang mutan (? lagi), bergerak sendiri dan membunuh Trask supaya dia tidak menciptakan Sentinel.

Untuk mengubah sejarah penciptaan Sentinel, Charles Xavier dan Magneto di masa kini (atau masa depan?) mengirimkan James "Wolverine" Logan ke masa lalu dengan bantuan Kitty "Shadowcat" Pryde. Misinya jelas, menghentikan Mystique membunuh Trask supaya pemerintah AS tetap tidak menyetujui program Sentinel.

Mengikuti plot ini, saya jadi teringat film Terminator, salah satu film favorit saya juga. Penggemar Terminator tentu masih ingat bagaimana para Terminator mengirim T-1000 ke masa lalu untuk membunuh Sarah Connor supaya tidak melahirkan John Connor, yang ditakdirkan menjadi pemimpin gerilyawan. John Connor, yang tahu ibunya terancam, kemudian mengirim Kyle Reese, yang ternyata ayahnya sendiri, untuk menyelamatkan Sarah. Sebuah time paradox bahwa ternyata John memiliki ayah yang jauh lebih muda darinya.

Oke! Lupakan dengan Terminator. Kembali ke X-Men: Days of Future Past. Oleh Shadowcat pikiran Wolverine dikirim ke tubuhnya di tahun 1973. Di sini, plot X-Men Origins: Wolverine muncul karena cakar Wolverine masih berupa tulang, bukan logam adamantium. Di masa itu, dia harus meminta bantuan Xavier muda dan Magneto muda untuk menemukan Mystique. Namun, mempersatukan Xavier dan Magneto tak mudah karena saat itu mereka sudah saling bermusuhan.

Maka dibantu Hank "Beast" McCoy muda (yang menurut saya dan istri seperti paduan Ben Kasyafani dan Sandy Tumiwa :D), Wolverine berhasil "mengakurkan" Xavier dan Magneto. Apalagi, saat itu Xavier juga sedang labil setelah lumpuh dan harus bermusuhan dengan Magneto.

Maka dimulailah misi Wolverine mengubah sejarah. Bersama Xavier, Magneto dan Beast, Wolverine berhasil menemui Mystique tepat sebelum dia membunuh Trask. Namun situasi menjadi kacau ketika Wolverine menjadi gusar dan tak terkendali karena melihat seseorang yang membuatnya sengsara dan Magneto yang justru ingin membunuh Mystique.

Setelah kejadian itu, Xavier dan Magneto harus kembali bermusuhan. Namun misi mereka tetap sama, yaitu mencegah Sentinel diciptakan untuk memburu mutan. Hanya saja Magneto juga berniat membunuh Mystique karena ternyata dengan DNA milik Mystique, Trask menciptakan Sentinel yang bisa beradaptasi dan mendapatkan kekuatan mutan untuk memburu mutan.

X-Men: Days of Future Past cukup asyik ditonton. Banyak adegan seru di film itu. Penonton bahkan dibuat tertawa dengan aksi Quicksilver yang dimintai bantuan oleh Wolverine dkk untuk mengeluarkan Magneto dari penjara di Pentagon.

Namun seperti yang saya bilang di awal, menonton film inj justru menimbulkan banyak pertanyaan di kepala saya. Pertama, bagaimana Xavier tua dan Magneto tua bisa muncul kembali sejak awal film. Padahal, Xavier mati dibunuh Jean Grey dan Magneto disuntik serum antimutan sehingga kehilangan kekuatannya di X-Men: The Last Stand.

Dengan begitu, seperti judul tulisan ini, misi Wolverine ke masa lalu adalah mengubah sejarah yang memang sudah berubah. Entah sebelumnya ada upaya apa yang mengubah sejarah kematian Xavier sehingga dia hidup kembali di film ini.

Salah satu jawaban yang muncul di kepala saya adalah X-Men: Days of Future Past bukanlah sekuel atau lanjutan dari X-Men: The Last Stand. Film ini mungkin adalah sekuel dari X-Men: First Class yang menceritakan Xavier muda dan Magneto muda masih akur dan berupaya mengumpulkan mutan-mutan lain. Maka, X-Men: Days of Future Past dan prekuelnya X-Men: First Class adalah versi lain dari X-Men hingga X-Men: The Last Stand. Begitu pula dengan X-Men Origins: Wolverine yang berdiri sendiri.

Versi yang berbeda terhadap film superhero memang bukan hal aneh. Penggemar Batman tentu melihat perbedaan Batman dengan Bruce Wayne versi Michael Keaton yang diteruskan Val Kilmer dan George Clooney, dalam film Batman, Batman Returns, Batman Forever dan Batman and Robin, dengan Bruce Wayne versi Christian Bale, dalam film Batman Begins, The Dark Knight dan The Dark Knight Rises.

Begitu pula dengan Spider-Man yang memiliki plot dan versi berbeda antara Peter Parker yang diperankan Toby Maguire dan Andrew Garfield. Penonton sudah tahu bahwa Spider-Man dengan Maguire sebagai Peter Parker tidak berhubungan dengan Garfield sebagai Peter Parker.

Dalam kasus X-Men: Days of Future Past, yang membuat saya susah move on (dan mungkin penonton lain) dari sejarah para mutan yang dituliskan dalam X-Men, X2 dan X-Men: The Last Stand adalah karena pemerannya masih sama, sementara tidak ada penjelasan bagaimana Xavier bisa hidup kembali dan Magneto mendapatkan kekuatannya kembali.

Maka, X-Men: Days of Future Past dan X-Men: The Last Stand berada pada semesta yang berbeda. Dengan teori time paradox akibat perjalanan waktu yang memungkinkan perubahan sejarah dan adanya semesta atau universe yang berbeda, maka pertanyaan saya di atas bisa terjawab.

Pertanyaan kedua adalah bagaimana eksistensi logam adamantium di tubuh Wolverine. Di akhir X-Men: Days of Future Past tidak sempat lagi diperlihatkan cakar Wolverine setelah dia sukses mengubah sejarah dan kembali ke masa kini (atau masa depan). Justru yang diperlihatkan adalah Jean Grey dan Scott "Cyclops" Summers yang akhirnya tidak jadi mati dan tetap tinggal di Xavier's School.

Padahal di film itu sempat diceritakan Kolonel William Stryker, yang masih mayor, adalah salah satu sekutu Boliver Trask. Apakah setelah Wolverine datang ke tahun 1973 dan mengubah sejarah, Stryker tetap menyuntikkan adamantium ke tubuh Wolverine? Sebab, di akhir film diceritakan Trask dipenjara. Bagaimana nasib Stryker karena di adegan akhir ternyata Mystique menyamar sebagai Stryker? Apakah itu berarti yang menyuntikkan adamantium ke tubuh Wolverine adalah Mystique dan Magneto? Itu yang tak bisa saya temukan jawabannya.

2 komentar:

Syamsul Rizal mengatakan...

Anda harus menemukan credit scene dari ssetiap film x men yang ada, karena di situ dapat ditemukan beberapa jaawban yang anda pertanyakan. Seperti kenapa profesor masih hidup, magneto menemukan kembali kekuatannya, wolverine mendapatkan kembali cakarnya. Namun untuk misteri mistique menyamar jadi william stryker memang masih menjadi misteri.

Jimmy Brainstorming mengatakan...

Belum lagi Apocalypse, membingungkan...